Senin, 10 Mei 2010

Jepang

Jepang adalah negara kedua yang kujelajahi, maksudku dalam waktu yang cukup lama menetap sebagai permanent residence. Negara pertama adalah Belanda. kuhabiskan 2 tahun dari umur hidupku dalam kembara di negeri itu. Kuyakini, bukan hal yang kebetulan jika kemudian dua negara berbeda tersebut, dalam kurun waktu yang lalu pernah menancapkan sejarahnya di Bumi Indonesia.Tentu saja sejarah tersebut sedikitpun tidak pernah menjadi referensiku ketika memutuskan untuk memilih negara-negara tersebut.

Jepang bagiku sudah seperti negara keduaku setelah Indonesia. Kultur dan alamnya yang membuat aku suka dengan negeri ini. Kultur yang dibentuk oleh masa dan alam yang dibentuk oleh aktifitas geologis, telah membuat Jepang tampil menjadi negara yang cantik dimataku. Kemakmuran yang diperoleh dari hasil pertumbuhan ekonomi yang luar biasa selama puluhan tahun, telah menjadi daya tarik bagi banyak bangsa lain untuk mengecapnya. Ada banyak penduduk yang berasal dari negara lain, tinggal diJepang sebagai orang asing. Sebagian mereka datang dengan alasan pernikahan, namun cukup banyak juga yang datang sebagai tenaga kerja. Mereka menikmati manisnya madu Jepang berupa upah yang relatif lebih tinggi dari negara asal mereka, fasilitas publik yang bisa diakses dengan mudah, subsidy, perumahan, pelayanan kesehatan, pendidikan, sarana kesehatan dan kebersihan dan lain-lain.

Umumnya mereka bisa menikmati fasilitas tersebut, karena di negara Jepang, pemerintah memberikan fasilitas kepada semua penduduknya tidak terkecuali yang berstatus sebagai orang asing jika mereka hidup dengan income rendah, mereka memiliki anak yang harus dibesarkan dan disekolahkan.Nikmat dari kemakmuran Jepang ini memang menarik pendatang untuk mencicipi tinggal dinegeri ini dengan berbagai macam alasan.

Harap di catat bahwa hidup dengan income rendah bukan berarti kita tidak bisa hidup nyaman, punya mobil bagus, bisa menyekolahkan anak, bisa berobat jika sakit, sama sekali bukan. Income rendah disini adalah rendah menurut ukuran orang Jepang yang memang telah terbiasa dengan standar tinggi. Sehingga standar rendah mereka bagi kita tetaplah tinggi. Sehingga sekalipun income kita rendah, katakanlah di bawah 1 juta Yen/per tahun, namun kita masih bisa tinggal di public housing yang bagus, punya mobil dengan merek bagus dengan kondisi kinclong. Masih bisa jalan kemana-mana, menikmati kultur dan alam Jepang yang menarik dan indah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar