Selasa, 06 Januari 2009

Trento

Mengunjungi Trento-yang dalam bahasa latin di sebut Tridentum- Italian yang terletak di lembah Adige, diapit oleh rangkaian pegunungan Adamelo, Presanala, dan Care Alto, adalah kesempatan yang menarik bagi saya, ditengah peralihan menuju musim panas di Eropa. Provinsi di ujung utara negara pizza ini, adalah provinsi yang berotonomi penuh, dimana saat ini pemerintahnya sedang menggalakan kota Trento sebagai daerah tujuan wisata. Letaknya yang relatif tidak terlalu jauh dari Venezia ditambah dengan posisi geografisnya yang menawan dan sejuknya udara pegunungan menjadikan Trento sebagai daerah yang masuk hitungan para wisatawan untuk di kunjungi.
Untuk menuju Trento, perjalanan dapat dimulai dari kota Milan yang memiliki 2 lapangan terbang internasional atau lewat Bergamo, atau yang paling dekat adalah mendarat di Verona yang hanya berjarak 90 km ke Trento. Dari Bergamo yang merupakan kota di provinsi Lombardy, dengan Carara Academy Gallery-nya yang banyak menyimpan kekayaan kultural bangsa Romawi, saya memulai perjalanan menuju Trento dengan menggunakan kereta api, melalui stasiun-stasiun persinggahan kecil di kota como, cremona, mantua, dan lain-lain sebelum sampai di Brescia untuk pindah kereta. Dari Brescia perjalanan dilanjutkan menuju Verona kota yang menjadi salah satu setting kisah drama klasik Romeo and Juliet. Dari kota ini lama perjalanan tersisa kurang lebih 1 jam. Dan ketika matahari musim panas yang bersinar terik disela-sela dinding bukit yang mengapit kiri dan kanan jalur kereta api, samara-samar dari kejauhan terlihat siluet kota Trento yang mengintip dari ketinggian bukit.
Kota ini bisa dikategorikan sebagai kota kecil untuk ukuran Eropa karena hanya dihuni oleh sekitar 100.000 orang. Sekalipun berada di daerah topografi yang bervariasi sebagaimana layaknya daerah pegunungan, tampaknya kota ini sengaja didesain didataran dicelah-celah dinding bukit yang rata sehingga jalanan yang terjal dan mendaki jarang ditemui di kota ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar